cara berbisnis

Rajai Pasar Mobil Mewah, Simak Cara Berbisnis Lamborghini!

Semua bisnis yang sukses selalu dimulai dari yang kecil. Seperti cara berbisnis dari seorang Ferruccio Lamborghini, yang dulunya menjual traktor, sekarang bisa menjadi pemilik brand mobil mewah terkenal, Lamborghini!

Berawal dari Produsen Traktor

Ferruccio Lamborghini kecil memang sudah tertarik pada dunia mesin dan otomotif. Pria kelahiran 28 April 1916 di Italia Utara ini mahir dalam memperbaiki mobil, sepeda motor, serta truk yang rusak dengan menggunakan suku cadang bekas.

Pada tahun 1947, setelah perang dunia 2 berakhir,  Ferruccio membuka bengkel di Pieve di kota Cento. Ia berhasil memproduksi traktor pertanian revolusioner seperti traktor carioca yang merupakan produksi pertamanya menggunakan mesin diesel 6 silinder.

Dalam beberapa tahun, Ferruccio menjadi produsen peralatan pertanian terbesar di Italia, yang membuatnya mampu membeli koleksi mobil mewah, salah satunya Ferrari.

Baca juga:

Kekecewaan kepada Ferrari

Sebagai seorang kolektor mobil Ferrari, Ferruccio ingin memberi saran mengenai mesin mobil Ferrari kepada owner-nya, Enzo Ferrari. Namun pendapat Ferruccio tidak ditanggapi, dan justru dihina untuk fokus terhadap bisnis traktornya saja.

Mendengar hal tersebut, Ferruccio bertekad untuk membuat mobil mewahnya sendiri supaya bisa menyaingi Ferrari.

Lahirnya Lamborghini

Pada tahun 1964, Ferruccio berhasil menciptakan mobil mewah pertamanya, yang Ia beri nama Lamborghini 350 GT. Mengawali debutnya di Turin Motor Show, mobil Lamborghini sukses mengungguli Ferrari dari segi mesin.

Melihat respon pasar yang sangat menerima kehadiran mobil sport Lamborghini, Ferruccio kemudian memproduksi tipe mobil lainnya seperti Jarama, Espada, Miura dan Islero.

Hingga saat ini, Lamborghini menjadi salah satu brand mobil mewah terkenal di seluruh negara.

Cara Berbisnis Lamborghini: Fokus ke Specific WHO

Salah satu cara berbisnis Lamborghini yang diterapkan oleh Ferruccio adalah dengan fokus ke target customer-nya atau ke specific WHO.

Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly berpendapat bahwa pemilik bisnis harus benar-benar tahu siapa target spesifik dari bisnis.

Hal ini diibaratkan sebagai seorang pemburu yang ingin menembak burung dengan peluru terbatas. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pemburu harus tahu burung mana yang benar-benar harus ditembak, bukan ke sembarang burung.

Cara berbisnis ini dipraktikkan oleh Ferruccio, dimana Ia memulai debut penjualan mobil Lamborghini pada sebuah event pameran mobil mewah, yaitu Turin Motor Show. Langkah ini sangat tepat, karena target market dari Lamborghini yaitu masyarakat kelas atas berada di event tersebut.

Cara Berbisnis Lamborghini: Ciptakan Emotional Benefit

Sebagai salah satu brand mobil sport, harga Lamborghini tentu dibandrol dengan harga yang cukup fantastis. Rentang harga mobil Lamborghini dari yang termurah berkisar Rp 6 miliar rupiah dengan tipe Aventador, sementara yang termahalnya ada di angka Rp 74 miliar dengan tipe Veneno Roadster.

Tentu, dari rentang harga tersebut, cara berbisnis yang diterapkan Lamborghini adalah dengan menargetkan ke customer kelas atas. Namun, mengapa customer masih mau membeli Lamborghini walau harganya sangat mahal? Itu semua karena emotional benefit yang diciptakan oleh mobil Lamborghini!

Coach Yohanes G.Pauly berpendapat bahwa produk atau jasa di bisnis tidak hanya berfokus pada fungsionalnya saja, melainkan harus ke sisi emosionalnya juga.

cara berbisnis

Kesan mewah yang ditawarkan Lamborghini memberikan nilai tersendiri bagi customer yang memilikinya. Ditambah dengan logo “banteng” yang khas nan megah, customer yang memiliki Lamborghini merasakan kebanggaan tersendiri atas kepemilikan mobil mewah ini.

Nah belajar dari cara berbisnis Lamborghini, yuk tentukan specific WHO dan emotional benefit yang dijual bisnis Anda!

Similar Posts

Leave a Reply