Tips Marketing

Raja teh celup! Ini tips marketing Sariwangi oleh Johan Alexander Supit!

 

Anda pasti sudah mengenal merek teh celup satu ini, Sariwangi! Merek ini sudah dikenal masyarakat sejak lama sebagai pilihan teh celup yang praktis untuk dibuat! Dibalik kesuksesannya, ini tips dari founder Sariwangi, Johan Alexander Supit yang membuat merek ini merajai pangsa pasar teh celup di Indonesia!

Profil

Johan Alexander Supit lahir pada tanggal 5 September 1932 di Tondano, Sulawesi Utara. Pada tahun 1946, Ia hijrah ke Jakarta untuk bersekolah di Hogere Burger School (HBS) dan melanjutkan ke perguruan tinggi di Universitas Krisnadwipayana.

Karena kekurangan biaya, Johan memutuskan untuk berhenti kuliah di tahun kedua dan bekerja sebagai tea appraisal (penilai teh). Johan mempelajari ilmu mengenai teh sampai ke London, Inggris. Sepulang dari Inggris, Ia bekerja di Joseph Tetley & Company, sebuah perusahaan teh asal Inggris.

Berdirinya Sariwangi

Berbekal uang hasil tabungannya bekerja sebagai tea appraisal, Johan membangun usaha teh miliknya sendiri dengan mendirikan PT Sariwangi pada tahun 1964.

Bisnisnya bermula di Kawasan Kali Besar Barat, Jakarta, dengan fokus mengekspor teh yang dibeli dari petani lokal.

Awal tahun 1970-an, saat berada di Inggris untuk meminta komisi dari Joseph & Tetley Company, Johan melihat sebuah mesin pembuat teh celup yang tak terawat.

Saat itu juga, Johan menukar seluruh komisi yang ia dapatkan dengan mesin teh celup tersebut.

Tahun 1972, setelah mesin teh celup tersebut diperbaiki dan dibuat ulang, Johan resmi memproduksi “teh celup” pertama di Indonesia. Pada awalnya, sangat sulit untuk mengenalkan model teh celup ke masyarakat Indonesia.

Namun lama kelamaan masyarakat menikmati cara praktis dari teh celup yang diproduksi Sariwangi.

Baca juga:

Tips Marketing Sariwangi

Sebagai pelopor teh celup pertama di Indonesia, Sariwangi tidak hanya mengandalkan functional benefit dari produk teh celup. Lebih dari itu, Sariwangi menciptakan “emotional benefit” yang membuat orang menikmati momen kebersamaan bersama keluarga ditengah meminum teh celup Sariwangi.

Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly berpendapat bahwa untuk bisa menarik calon customer agar mau membeli, pemilik bisnis harus mengandalkan emotional benefit.

Tips Marketing

Dalam hal ini, Sariwangi berhasil menciptakan emotional benefit melalui salah satu campaign #BeraniBicara yang pernah diangkat Sariwangi sebagai sarana komunikasi terbuka dalam keluarga Indonesia melalui secangkir teh.

Sariwangi menyadari bahwa tingkat keterbukaan komunikasi keluarga di Indonesia masih rendah. Maka dari itu, diperlukan sebuah momen kebersamaan yang hangat untuk bisa merekatkan komunikasi keluarga tanpa perlu ditutup-tutupi.

Sariwangi hadir sebagai fasilitator melalui produk teh celup yang mengandung flavonoid dan theanin yang memberikan rasa rileks ketika sedang berkomunikasi dengan keluarga.

Dengan pendekatan emotional benefit yang mengedepankan keluarga, calon customer yang membeli produk teh celup Sariwangi tidak hanya menikmati dari segi fungsional, melainkan dari segi emosional juga dalam bentuk kebersamaan bersama keluarga.

Apakah Anda sudah menerapkan emotional benefit ini pada produk atau jasa di bisnis Anda?

Similar Posts

Leave a Reply