Strategi pemasaran era digital

Strategi Pemasaran Era Digital Gunakan Bisnis Miliknya, Simak Kisah Mark Zuckerberg Bangun Bisnis Facebook

Kalau Anda menggunakan strategi pemasaran era digital, Anda pasti menggunakan salah satu platform terkenal di dunia ini seperti Facebook, Instagram, WhatsApp atau Messenger. Simak jatuh bangun Mark Zuckerberg bangun keempat platform terpopuler untuk strategi pemasaran era digital ini hingga bisa sukses.

Mark Zuckerberg si jenius

MarkZuckerberg lahir di keluarga berada dan berpendidikan tinggi. Ayahnya adalah seorang dokter gigi dan ibunya adalah seorang psikiater. Disaat masih berusia 12 tahun, ia sudah menunjukkan ketertarikan di bidang teknologi dan komputer dengan menggunakan Atari BASIC dan membuat program pengiriman pesan bernama “Zucknet”.

Zucknet digunakan untuk oleh ayah Mark Zuckerberg di klinik gigi miliknya agar resepsionis bisa menginformasikan nama pasien tanpa harus berteriak. Tak hanya itu, Zucknet juga ikut digunakan oleh keluarga Mark Zuckerberg di lingkungan rumahnya.

Mark Zuckerberg merupakan anak yang punya banyak keterampilan disamping komputer. Ia memiliki talenta di beladiri anggar dan bahkan menjadi kapten tim anggar saat ia bersekolah di Phillips Exeter Academy.

Ia juga sering mengikuti kompetisi dan menang banyak kategori lomba seperti matematika, astronomi dan fisika. Keterampilan lingustik Mark Zuckerberg tergolong sangat baik karena ia menguasai 4 bahasa yaitu Perancis, Hebrew, Latin, dan Yunani kuno.

Program yang ditutup paksa oleh Harvard

Facemash terpaksa ditutup oleh Harvard karena menggunakan foto mahasiswa tanpa izin

Program pertama yang Mark Zuckerberg buat saat ia kuliah di Harvard bernama Facemash, program untuk memilih siapa orang yang memiliki wajah paling menarik dan rupawan yang dinilai dari foto.

Meskipun mendapat perhatian yang tinggi, Facemash terpaksa ditutup oleh Harvard karena menggunakan foto mahasiswa tanpa izin.

Di tahun 2004, Mark Zuckerberg meluncurkan sebuah website yang ia beri nama “Thefacebook.com”.  Seperti mengulang sejarah, website ini tak luput dari kontroversi. Tiga orang seniornya menuduh Mark Zuckerberg mencuri ide mereka yang awalnya akan digunakan untuk membuat sosial media bernama HarvardConnection.com.

Sejarah baru Facebook

Strategi pemasaran era digital
Tahun 2013 Facebook masuk dalam daftar Fortune 500 untuk pertama kalinya

Meski memiliki awal yang tidak bagus, Mark Zuckerberg tetap menjalankan idenya dan memutuskan untuk keluar dari Harvard.

Awalnya target pengguna Thefacebook.com hanyalah untuk internal Harvard saja. Namun Mark Zuckerberg mulai terpikir untuk memperluas jaringan ke universitas lain dengan bantuan temannya, Dustin Moskovitz.

Mereka menyewa sebuah kantor kecil di Palo Alto. Mereka bekerja keras untuk bisa mengembangkan jaringan Thefacebook.com hingga diakhir tahun 2004, jumlah pengguna Thefacebook.com mencapai 1 juta pengguna.

Thefacebook.com yang kemudian lebih dikenal dengan Facebook makin meningkat dan digunakan oleh banyak orang di Amerika. Tercatat pada pertengahan tahun 2010, jumlah pengguna Facebook mencapai 500 juta pengguna.

Tahun 2013 Facebook masuk dalam daftar Fortune 500 untuk pertama kalinya dan menjadikan Mark Zuckerberg sebagai CEO termuda di daftar tersebut.

Kuasai aplikasi media sosial

Mark Zuckerberg tak berpuas diri dengan perkembangan dan prestasi Facabook. Ia mengakuisisi Instagram pada tahun 2012. Instagram yang saat itu baru berumur 2 tahun diakuisisi dengan seharga 1 milliar dollar (9 triliun).

Dibawah Facebook, jumlah pengguna Instagram bertambah dengan pesat dan menjadi salah satu aplikasi dengan jumlah pengguna terbesar di dunia.

Berselang dua tahun kemudian, Facebook mengakuisisi WhatsApp dengan harga 19 miliar dollar pada Februari 2014. Namun pada penutupan kesepakatan di tahun 2016, nilai akuisisinya naik hingga 22 milliar dollar.

Baca juga:

4 aplikasi media sosial target utama strategi pemasaran era digital

Seiring perkembangan tekonologi dan internet, Facebook, Messenger, Instagram, dan WhatsApp menjadi aplikasi sosial media utama yang digunakan oleh pebisnis untuk menjalankan strategi pemasaran era digital.

Mark Zuckerberg membuka kesempatan yang sangat besar kepada pebisnis untuk menjalankan pemasaran era digital. Dengan jumlah pengguna akun mencapai ratusan juta pengguna, peluang kesuksesan strategi pemasaran era digital sangatlah tinggi.

Salah satu bentuk pemasaran era digital yaitu iklan merupakan sasaran utama yang digunakan di Facebook dan Instagram. Tercatat lebih dari 6 juta bisnis yang menggunakan Facebook sebagai media dalam strategi pemasaran era digital.

Mark Zuckerberg sangat sadar bahwa ruang cakupan yang luas tanpa batas waktu, area dan tempat merupakan nilai jual yang sangat tinggi yang bisa digunakan oleh pebisnis untuk menyukseskan strategi pemasaran era digital.

Meskipun WhatsApp dan Messenger tidak memiliki fungsi yang sama dengan Facebook dan Instagram dalam beriklan, pebisnis bisa menggunakan 2 aplikasi tersebut untuk menyebarkan brosur dan promosi kepada calon customer dalam strategi pemasaran era digital.

Resep jitu agar strategi pemasaran di era digital bisa sukses

Strategi pemasaran era digital oleh Coach Yohanes G. Pauly
3 resep praktis dan jitu yang harus diperhatikan oleh pebisnis saat melakukan strategi pemasaran era digital

Mark Zuckerberg merupakan entrepreneur yang tidak hanya memberikan platform kepada pebisnis untuk menjalankan strategi pemasaran era digital, namun ia juga menggunakan strategi pemasaran era digital di bisnisnya.

Perkembangan teknologi dan internet akan memudahkan semua orang untuk mengakses apa saja dan dimana saja. Oleh karena itu ia makin mengembangkan dan memperbaiki 4 aplikasi media sosial miliknya agar makin sesuai dan memenuhi kebutuhan publik.

Lalu bagaimana dengan pebisnis yang menggunakan aplikasi media sosial untuk strategi pemasaran era digital? Apa yang bisa dilakukan oleh pebisnis agar strategi pemasaran era digital yang mereka buat bisa mendapatkan hasil maksimal?

Coach Yohanes G. Pauly yang merupakan World’s Top Certified Business Coach memberikan 3 resep praktis dan jitu yang harus diperhatikan oleh pebisnis saat melakukan strategi pemasaran era digital:

Specific WHO

Banyak pebisnis yang fokus ke HOW atau bagaimana-nya dalam menjalankan strategi pemasaran era digital. Padahal pertanyaan pertama yang harusnya dipikirkan oleh pebisnis adalah siapa orang yang paling mungkin dan sasaran utama untuk membeli produk atau jasa.

Kesalahan terbesar pebisnis saat ditanya siapa yang paling memungkinkan untuk membeli produk atau jasa mereka, maka jawabannya adalah semuanya. Padahal seharusnya pemilik bisnis harus fokus kepada target market yang spesifik.

“Ibaratnya kita akan menembak burung yang terbang dengan peluru terbatas, apakah kita akan membabi buta menembak seluruh burung? Tentu saja tidak! Kita akan benar–benar menentukan jenis burung mana yang akan ditembak. Begitu juga dengan kepada siapa kita mau menjual produk atau jasa, tidak bisa ke semua orang, harus spesifik orang-orangnya seperti apa.” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

Jika pebisnis ingin sukses dalam strategi pemasaran era digital, maka yang pertama kali harus pebisnis perhatikan adalah sudah spesifik kah target yang ingin ditembak? Jika target tidak spesifik dan asal-asalan hanya akan membuat pebisnis rugi dan hasilnya tidak maksimal.

Relevant WHERE

Coach Yohanes G. Pauly-startegi marketing digital
Pebisnis harus tahu dimana target market spesifik biasa berkumpul

Setelah mendapatkan WHO yang spesifik, selanjutnya tentukan langkah berikutnya yaitu WHERE. Jika sudah mendapatkan sasaran orang yang mungkin akan membeli di bisnis, maka tentukan dimana biasanya mereka berada.

“Kita sudah dapat target calon pembeli tertentu, selanjutnya kita harus tentukan dimana target pembeli tertentu ini biasa berkumpul. Ibaratkan seperti burung tadi, kita sudah tahu nih apa jenis burung yang mau ditembak, lalu biasanya jenis burung ini akan hinggap di pohon yang mana.” Ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Beyond WHAT

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan bahwa dalam berbisnis tidak cukup hanya dengan menjual produk atau barang yang bagus saja. Pemilik bisnis harus menjual beyond WHAT dengan menciptakan persepsi yang baik atas produk atau jasa dimata calon customer dan customer.

“Mulai dari harga Rp 100.000 bahkan lebih murah sudah bisa membeli jam tangan kan ya? Lalu kenapa ada jam tangan yang harganya bisa ratusan juta hingga miliaran padahal fungsinya sama dengan jam tangan Rp 100.000?” jelasnya.

Jawabannya adalah karena yang ditonjolkan bukan functional benefit melainkan emotional benefit. Jam tangan seharga ratusan juta itu bisa bicara mengenai persepsi tentang nilai dan gaya hidup, sejarah, identitas diri atau kepribadian. Oleh karena itu harganya bisa jauh lebih tinggi daripada jam tangan yang hanya menjual functional benefit.

Leave a Reply